Senin, 25 April 2011

Unsur-Unsur Penalaran


Pertemuan IV
Oleh: Iskandar Dzulkarnain, S.Th.I., M.Si
Unsur-Unsur Penalaran
Pendahuluan
                Menurut Noor M. Bakry, unsure-unsur penalaran yang dimaksudkan adalah tentang pengertian, karena pengertian ini merupakan dasar dari semua bentuk penalaran. Untuk mendapatkan pengertian sesuatu dengan baik, seringkali juga dibutuhkan suatu analisis dalam bentuk pemecah belahan sesuatu pengertian umum ke pengertian yang menyusunnya, hal ini secara teknis disebut istilah pembagian. Yang kemudian, diadakan pembatasan arti atau definisi.
a.       Pengertian dan terma
Pengertian juga disebut konsep atau ide. Konsep adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Latin conceptus (kata benda masculinum) yang dibentuk dari kata conceptum yang berasal dari kata kerja concipio. Kata concipio berarti mengambil ke dalam dirinya, menerima, mengisap, menampung, menyerap atau menangkap. Conceptum berarti mengambil, menyerap, membayangkan dalam fikiran, mengerti, dan menangkap. Conceptus berarti serapan, bayangan dalam fikiran, pengertian, dan tangkapan.
Pengertian dalam logika diartikan hasil tangkapan akal manusia mengenai sesuatu objek. Pengertian ini kalau diungkapkan dalam bentuk kata atau symbol maka pengungkapan itu disebut terma. Jadi, terma itu bentuknya dan pengertian itu isinya. Terma adalah pernyataan lahiriah dari pengertian. Terma sebagai ungkapan pengertian jika terdiri atas satu kata dinamakan dengan istilah terma sederhana.  Misalnya, manusia, hewan, kursi, kera, dan lain sebagainya. Kalau terdiri atas beberapa kata dinamakan terma kompleks. Misalnya, reactor atom, kesenian daerah modern, pesawat terbang, kepala sekolah, dan lain sebagainya.
Adapun kata, bisa dibedakan menjadi kata kategorimatis dan kata sinkategorimatis. Kata kategorimatis adalah kata yang dapat mengungkapkan sepenuhnya suatu pengertian yang berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain, meliputi nama diri (ex: dadang), kata sifat (ex: berakal), dan istilah yang mengandung pengertian umum (ex: manusia). Sedangkan kata sinkategorimatis adalah kata yang tidak dapat mengungkapkan suatu pengertian yang berdiri sendiri jika tidak dibantu oleh kata lain, misalnya kata: adalah, jika, semua, maka, sebagian, barang siapa, dan, atau, dan sebagainya. Dalam logika banyak dipakai istilah terma. Terma yang pasti punya pengertian, sedangkan kata ada yang punya pengertian dan juga bisa tidak punya pengertian jika tidak ditambahi kata lain yang menyertainya.
Ø      Komprehensi (Konotasi) dan Ekstensi (Denotasi)
Istilah komprehensi bisa disamakan dengan isi. Ekstensi bisa disamakan dengan keluasan atau cakupan. Setiap pengertian mempunyai isi dan cakupannya.
Komprehensi dirumuskan keseluruhan arti yang dimasudkan oleh suatu terma. Misalnya terma demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang berdasarkan atas tuntutan dari rakyat dipertimbangkan oleh rakyat untuk kepentingan rakyat. Terma manusia adalah hewan yang berakal budi, berlogika, dan lain sebagainya.
Ekstensi adalah keseluruhan hal yang ditunjuk oleh terma. Misalnya terma ‘manusia’ dapat diterapkan pada bangsa Indonesia, bangsa Cina, bangsa Yahudi, dan lain sebagainya, yang dapat ditunjuk atau disebut oleh terma manusia.
Antara isi dan cakupan terma terdapat suatu hubungan yang berbalikan (dasar balik), artinya jika yang satu bertambah maka yang lain akan berkurang, demikian sebaliknya, jika yang satu berkurang maka yang lain akan bertambah. Dalam hal ini terdapat empat kemungkinan:
*      Makin bertambah komprehensi makin berkurang ekstensi
*      Makin berkurang komprehensi makin bertambah ekstensi
*      Makin bertambah ekstensi makin berkurang komprehensi
*      Makin berkurang ekstensi makin bertambah komprehensi
Ex:
Terma
Komprehensi
Ekstensi
Substansi
Substansi
Benda-benda gas
Benda-benda mati
Tumbuh-tumbuhan
Binatang
manusia
Badani
Substansi
Berbadan
Benda-benda mati
Tumbuh-tumbuhan
Binatang
Manusia
Organism
Substansi
Berbadan
Berkembang
Tumbuh-tumbuhan
Binatang
Manusia
Hewan
Substansi
Berbadan
Berkembang
Berindera
Binatang
Manusia

Manusia
Substansi
Berbadan
Berkembang
Berindera
Berakal
Manusia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar